jual beli rumah (apa&bagaimana) – 2

okehh..

setelah kemaren ngebahas soal persiapan awal buat beli rumah maka hari ini saya akan coba ngebahas faktor-faktor pertimbangan berikutnya. Nah misalkan kita dah oke dengan “amunisi”, “nyali” dan sudah ketemu spesifikasi rumah yang mo dicari (lokasi, LT/LB, rumah seken ato baru, akses, fasum/fasos, dll) maka langkah selanjutnya adalah pencarian/pemilihan rumah dari beberapa alternatif yang telah ada plus tips dan tricks bertransaksi. Nah pada tahap ini ada 2 alternatif yang bisa kita pilih : mau urus sendiri atau pake pialang alias broker. Ada yang memilih melakukan sendiri karena bisa tawar-menawar dan puas melakukan itu semua. Namun, perlu diingat, untuk itu kita butuh waktu dan tenaga lebih. Mulai dari melihat kondisi rumah, tawar-menawar harga, memeriksa keabsahan surat-menyurat, mengurus administrasi dan jual-beli, serta mencari sumber pembiayaan bila tak punya dana tunai. Nah buat tuan&nyonya yang tidak mau repot maka alternatif kedua via broker bisa dimanfaatkan.

Pialang alias Broker….Apa aja sih untung ruginya cari/beli rumah via pialang itu? nah kebetulan istri saya peminat majalah Intisari dan pd salah satu edisi cetak&online nya pernah ngebahas soal beli rumah via pialang / broker … begini kurang lebihnya :

Kalau ngomong ruginya sih relatif ya .. banyak yang ragu menggunakan jasa pialang perumahan karena mengira harus membayar komisi ke pialang. Padahal, pembeli tak dikenakan biaya apa-apa. Komisi hanya ditarik ke pihak penjual, itu pun setelah transaksi terjadi. (Tapi soal apakah fee itu nanti akan dibebankan si penjual ke si pembeli secara tidak langsung lewat harga rumah yg di mark up ..nah itu soal lain lagi ..he..he..) o ya dan satu lagi biasanya besar fee bervariasi tp umumnya sih sekitar +/- 3% dr harga transaksi.

Ada beberapa keuntungan membeli rumah lewat pialang. Kita jadi “pintar” karena pialang juga menjadi semacam konsultan tentang seluk-beluk membeli rumah. Misalnya, kita bisa tahu menaksir harga rumah. Bila rumah baru, menaksir per meter persegi dari materi bangunan. Penyusutan rumah 2,5% per tahun, dan rumah bekas yang berusia di atas 10 tahun, meskipun dari tembok, dianggap rumah tua, yang dihargai tanahnya saja.

Kita juga akan diberi tahu cara menilai rumah bekas. Misalnya, banyak gundukan tanah menandakan rumah rayap; garis air di dinding luar menunjukkan pernah mengalami banjir cukup lama atau berkali-kali, atau dari rembesan air kebocoran pipa dalam dinding; garis retakan dalam, tembus dan tegak menandai pergeseran pondasi rumah karena kerusakan susunan pondasi, balok atau tambahan dinding yang tak ada sejak awal; jamur atau bercak pada cat dinding luar menunjukkan air tanah tinggi atau kebocoran pipa dalam dinding; dan bercak pada langit-langit menunjukkan atap atau pipa bocor. Ini penting diperhatikan karena berpengaruh pada biaya renovasi rumah.

Okeh.. so melalui pialang rumah, kita tak perlu repot-repot mengecek keabsahan surat-surat macam Sertifikat Hak Milik (SHM) ke Badan Pertanahan Nasional setempat dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Suku Dinas Tata Kota setempat. Pialang pun akan membantu bila ingin membayar lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah bekas, rumah baru, dan apartemen dari pengembang.

Untuk rumah bekas, pialang akan mengingatkan soal tagihan telepon, listrik, air dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang harus dilunasi oleh penjual. Misalnya, pengosongan rumah pada 30 Desember 2005, sementara tagihan datang pada Januari 2006, semuanya harus dilunasi penjual. Jadi, pembeli akan terhindar dari soal “warisan” tagihan yang kadang memberati.

Enaknya menggunakan pialang, jika ingin melakukan transaksi lagi, bisa menghubunginya. Harap maklum, sebab kini banyak orang membeli rumah bukan sekadar untuk ditinggali, namun sebagai investasi.

mungkin masih banyak pros/cons mengenai jual/beli rumah via broker ini … kalo saya pribadi sih yg jelas kalo urus sendiri langsung ke pemilik so pasti harga rumah nya bisa lebih rendah dibanding lewat broker.. tinggal di kalkulasi aja besar mana biaya yg bisa dihemat antara fee 3% dengan biaya yg dikeluarkan utk semua urusan yg harusnya bisa dihandle oleh broker…

Nah mungkin ada yg mo share soal broker/pialang ini?

O ya ngomong2 soal rumah ini ada 2 blog bagus sebagai referensi yakni : yang ini dan yang itu pokoknya mantaplah…. Ato boleh juga dengan mampir di situs-situs komersial berikut : disini atau di situ infonya cukup valid dan update…

Okeh … Selamat berburu rusa ..eh rumah :)

31 Comments

  1. priandoyo said,

    April 5, 2007 at 5:48 am

    Wah sip mas oktav, terus sharing ya mas, ga mesti tentang rumah aja. pekerjaan, pengalaman hidup mas juga disharing ma kita-kita. biar bisa makin pinter :)

    *kata orang bijak, ikatlah ilmu dengan menuliskannya

  2. osinaga said,

    April 5, 2007 at 7:34 am

    to mas Anjar : waduh .. ga nyangka si bos mampir ke blog yg baru berusia 2 hari ini he..he..he. oke mas makasih untuk supportnya .. sebagai blogger pemula masih banyak yg harus dipelajari dari yg orang2 yg udah expert kayak mas Anjar ini.. siip lah.

  3. leiden said,

    April 10, 2007 at 5:53 am

    mas naga uda ambil rumah?
    kalau ada yg murah meriah tolong kasih tau ya ;)

  4. osinaga said,

    April 10, 2007 at 7:15 am

    @ leiden : belum mas, masih jd kontraktor :) lha kan kemaren itu dah saya kasih list harga rumah bintaro jaya & sekitarnya :) ya pasarannya ya segitu itu..

  5. wahyu said,

    September 1, 2007 at 3:21 am

    Mas.. osinaga .. salam kenal .. mo nanya or minta tolong nich .. kebetulan senin depan .. aku mau .. beli rumah ..nach .. prosedur haru aku tempuh ( saran temen2 ) bayar tanda jadi . trus bawa sertifikat ke notaris . kemudian setelah semua clear ( surat2 rumah legal ) . baru bayar sisa nya .. bener kan gitu ? Nach berdasar kan saran temen2, untuk pengurusan balik nama .. menggunakan acuan dari nilai NJOP , apa betul bisa gitu ? krn harga rumah
    yg aku deal ama pemilik itu Rp 175jt ( ukuran tanah 180m2 – bangunan 54m2 ) nach NJOP nya itu sekitar 93jt .. memang jadi ringan kalo bayar pajakjual belinya pake acuan NJOP ( rumah di tangerang ) bukannya aku ndak mau bayar pajak .. tapi .. jujur ajah .. ngapain bayar pajak sesuai harga deal 175jt ..krn kita bayar pajak tinggi2 ga ada .. servis balik dr pemda..misal ke pelayanan publik .( semuanya cuma buat nguber PAD tinggi – biar komisi ke gubernurnya juga gede ) …
    Anyway .. langkah diatas udah bener kan mas osi ? trus minta tolong nich
    kalo bisa ngasih surat contoh perjanjian jual beli rumah antara pembeli dan pemilik ajah maksudnya yg bukan format dr notaris , punya kan ?

    Aku tunggu mas . trima kasih banyak .

    Wahyu

  6. osinaga said,

    September 3, 2007 at 2:11 am

    @wahyu:
    langkahnya udah benar. tapi utk pembayaran sisa biasanya dibayar pas saat AJB di notaris. nah sebelum AJB ini memang harus bayar pajak dulu (pajak jual/pph dan pajak beli/bphtb). utk acuan pajak adalah nilai transaksi atau NJOP tergantung mana yang paling tinggi (ini sesuai aturan mainnya lho). namun pada prakteknya kebanyakan pakai yang termurah / NJOP. ini bisa diatur tergantung kesepakatan antara pembeli/penjual dan notaris. kalau contohnya standar aja memuat pasal-pasal harga, batas waktu pembayaran, kesepakatan pembayaran pajak, waktu pengosongan rumah, antara pihak pertama (penjual) dengan pihak kedua (pembeli). demikian mas. semoga membantu.

  7. aoboru said,

    September 27, 2007 at 3:33 am

    Ada perbandingan (pro-kontra atau plus-minus) antara membeli rumah second(bekas) dan membeli rumah baru (dari developer) gak mas?

  8. osinaga said,

    September 28, 2007 at 6:56 am

    @aoboru:
    hmm..kalau soal plus-minus beli rumah second vs rumah baru mungkin bisa refer disini atau disini mas

  9. ella said,

    November 21, 2007 at 5:05 am

    haloo..salam kenal ya..saya nih baru 6bulan dibintaro, mau tanya, tempat makanan yang enak di bintaro..ok tq.

  10. osinaga said,

    November 21, 2007 at 5:34 am

    @ella:
    salam kenal juga mbak. utk kuliner di bintaro cukup banyak. di sepanjang sektor 2 dan 3 (didalam & sekitar plaza bintaro) terutama malam hari. di sektor 9 juga ada (bekas pasar kaget) tp utk malam saja. dan beberapa di sepanjang sektor 9 menuju senayan bintaro.

  11. ella said,

    November 21, 2007 at 5:54 am

    ok..tq ya, ntar2 aq search..oya, kalo diliat dari marga, mama aq sinaga juga, aq sendiri br.sianipar, kalo perkumpulan TOGA SINAGA ada gak dibintaro?? siapa tau aq bisa ikutan bergabung :) untuk nambah teman & pengalaman

  12. osinaga said,

    November 22, 2007 at 1:30 am

    @ella:
    wah kalo gitu panggilnya ito dong :) he.he.he. ttg toga sinaga bintaro saya juga kurang tau ito :) tapi biasanya utk perkumpulan marga itu per wilayah (mis. jaktim, jaksel, tangerang,dll). mugkin utk bintaro ikut tangerang atau jaksel kali. mungkin bisa ditanyakan ke namboru (mamanya ito) ttg hal tsb, siapa tau beliau ada infonya.

  13. ella said,

    November 22, 2007 at 1:38 am

    ok d..trimakasih smua infonya. maap nih, aq tidak terlalu mengerti adat batak, krn lahir & besar bukan di medan :)

  14. ade rd said,

    November 24, 2007 at 6:18 am

    Salam Kenal Bung Sinaga yang Awesome…Saya udh sering numpang baca di comments properti, tp br kali ini sy mo ikutan nimbrung, ’cause sy butuh buanget semua masukan&saran yg ada..especcialiy from Mr.Sinaga. Begini ceritanya Bung,sy br pertama kali beli rumah & br pertama kali KPR pula. Rumah yg sy beli di daerah bandung,dgn harga jual 227jt exclude PPN,BPHTB,Sertifikat,BBN,Splitting&Notaris.Status Tanah mnrt dvlpr HGB,tp sy blm liat sertifikatnya.Kt Developer surat2 bs diurus skalian o/mereka dgn biaya notaris 5,5jt sampai SHGB,belum biaya peningkatan status mjd SHM spt rencana sy.Tetapi karena Bank yang cover KPR dgn pihak developer blm ada KS, jd rmh hrs 90% dibangun,baru akad kredit..shg mau tdk mau AJB,BPHTB,BBN & renc.peningkatan mjd SHM hrs ditunda 4-6bln lg. Selain itu pihak developer menghendaki DP30% Lunas baru pembangunan dimulai,jd selama tenggang wkt itu sy pegang kwitansi DP dulu…Yg mau sy tanyakan :
    1. Perhitungan PPN ny jd brp?krn perhit. dr surat penawaran harga
    dr developer adlh (Hrg jual+Bi.Notaris)xPPN 10%. Sy jd kaget,kl
    gitu mending sy ga pake notaris sendiri, kan ga kena PPN lg tuh..
    2. Biaya Notaris u/surat2 diatas sebesar 5,5jt yg diminta developer, apakah
    tarif normal/sesuai,mengingat sy hrs mengeluarkan biaya lg u/
    meningkatkan statusnya mjd SHM?
    3. Biaya Peningkatan SHM u/daerah bandung berkisar antara brp yah?
    4. Adakah perbedaan bentuk fisik sertifikat SHM&HGB?ato sama saja,hny
    dicoret status lama dr HGB diganti status yg baru SHM?
    5. Bisakah sy meminta notaris langsung mengurus peningkatan status ke
    SHM bersamaan dgn akad kredit, padahal sertifikat sedang diagunkan/
    dipegang o/Bank?Bgmana caranya pak…apa bisa dipinjam dulu
    sertifikatnya dr Bank?
    O iya, SHGB berlaku 20 thn. Trimakasih bnyk sebelumnya atas bantuannya Bung Sinaga. Sy tunggu sarannya…jgn pake lama lo bung sinaga…hehe..sdh minta tolong…maksa pula… ;)

  15. alisarahni said,

    January 11, 2008 at 12:36 pm

    Bantu menjawab nih:

    1. Perhitungan PPN ny jd brp?krn perhit. dr surat penawaran harga
    dr developer adlh (Hrg jual+Bi.Notaris)xPPN 10%. Sy jd kaget,kl
    gitu mending sy ga pake notaris sendiri, kan ga kena PPN lg tuh..

    Jawab: Betul, biasanya PPN perhitungannya adalah 10% dari harga jual!!!

    2. Biaya Notaris u/surat2 diatas sebesar 5,5jt yg diminta developer, apakah
    tarif normal/sesuai,mengingat sy hrs mengeluarkan biaya lg u/
    meningkatkan statusnya mjd SHM?

    Jawab: Untuk harga rumah 225 Jt menurut saya kemahalan, sebab untuk rumah seharga 350 jtan di Bandung yang saya tahu, tarif Notaris hanya 2.4 jutaan don’t worry about SHM, toh dengan HGB juga sudah cukup asal jangan lewat 20 tahun gak dibuat SHM

    3. Biaya Peningkatan SHM u/daerah bandung berkisar antara brp yah?

    Jawab: Yang ini saya tidak hapal, silakan cari di Google

    4. Adakah perbedaan bentuk fisik sertifikat SHM&HGB?ato sama saja,hny
    dicoret status lama dr HGB diganti status yg baru SHM?

    Jawab: Kurang tahu nih belum ada contohnya, beda utamanya SHM adalah kepemilikan/hak guna selamannya, dan HGB hak guna untuk jangka waktu tertentu

    5. Bisakah sy meminta notaris langsung mengurus peningkatan status ke
    SHM bersamaan dgn akad kredit, padahal sertifikat sedang diagunkan/
    dipegang o/Bank?Bgmana caranya pak…apa bisa dipinjam dulu
    sertifikatnya dr Bank?

    Jawab: coba saja tanya ke Notarisnya langsung atau customer service bank, biasanya mereka tidak menyarankan toh HGB juga sudah cukup sebagai agunan ke pihak bank

    O iya, SHGB berlaku 20 thn. Trimakasih bnyk sebelumnya atas bantuannya Bung Sinaga. Sy tunggu sarannya…jgn pake lama lo bung sinaga…hehe..sdh minta tolong…maksa pula… ;)

  16. osinaga said,

    January 11, 2008 at 3:21 pm

    @alisarahni:
    wah terimakasih utk informasinya mas/mbak. saya sendiri sampai lupa ada comment / pertanyaan yg belum terjawab di posting ini. utk sdr. ade saya cuma mau menambahkan utk poin 1 : harga PPN dihitung dari harga jual saja jadi tidak ada sangkut pautnya dengan biaya notaris. utk poin 4 setau saya secara fisik berbeda antara SHM dan HGB. utk memastikannya silahkan menghubungi kantor BPN terdekat. demikian.

  17. ibonk said,

    February 18, 2008 at 6:08 am

    salam bung osinaga,
    mau tanya, jika kita ingin membeli rumah dgn HGB yang telah habis masa berlakunya (belum ditingkatkan jadi SHM) apakah bisa kita mengurus statusnya menjadi SHM ? bagaimana caranya dan apasaja syarat2 yang dibutuhkan ?
    jika saya membeli rumah seken di daerah tangerang seharga 80juta dengan NJOP 50jt, biaya dan pajak apa saja yang harus dibayar ? dan bagaimana mengitungnya ?
    demikian dan terima kasih atas jawabannya.
    salam
    ibonk

  18. tubagus_ismail said,

    March 8, 2008 at 6:05 am

    horas….

    izin kan saya bergabung, siapa tau dapat masukan dan siapa tau juga dapat memberikan masukan disini….terimakasih

  19. osinaga said,

    March 8, 2008 at 6:52 am

    @tubagus:
    selamat datang pak. ditunggu kontribusinya terutama untuk topik/posting : akta jual beli di link ini terus terang saya kewalahan menjawabnya ..he.he..he.. matur nuwun.

  20. wahyono said,

    March 11, 2008 at 7:41 am

    pak,maaf mau nanya nih
    saya rencana mau beli tanah tapi tanah tersebut ga da sertikat karena belum disertikatkan.trus kalau mau bikin surat perjanjian jual beli apa yg perlu dicantumkan,ada contohnya ga surat jual beli.
    kalau mau bikin sertifikatnya gimana caranya?
    kan dulu masih ada kertas segel trus skarang apa pengganti kertas segel?
    terima kasih atas bantuannya..

  21. Dian said,

    May 7, 2008 at 6:23 am

    Selamat siang Bpk.Octa ..saya mau tanya pak tentang pemilikan rumah, begini saya ingin mempunyai rumah tapi bukan BTN yang saya mau rumah perkampungan tapi dengan cara mencicil seperti BTN karenakan kalau rumah BTN itu terlalu mahal…bagaimana cara mudahnya pak ? mohon penjelasannya..karena saya awam betul dalam hal ini.dan saya misalkan harga rumah tersebut 40 juta Rupiah bagaimana tata cara pemilikan rumah tersebut? apa saja yang harus saya siapkan? mohon penjelasan nya pak karena ini sangat saya perlukan terimakasih sebelum dan sesudahnya. wasalam Dian

  22. komalia said,

    May 8, 2008 at 9:16 am

    Permisi, Bang Oktav
    Mw sharing info

    Kmrn sya jg banyak belajar ttg proses jual beli rumah dari sisi hukum dan keuangan. Untuk ulasan dari sisi hukum dapat dipelajari disini, http://irmadevita.com/category/pertanahan/

    Sedangkan kalo dr sisi keuangan, sepertinya sudah banyak diulas disini, kl butuh informasi tambahan ttg KPR, coba liat disini, http://priandoyo.wordpress.com/2007/02/17/kpr-bank-permata-vs-kpr-bank-niaga-mencari-kpr-terbaik/

    Analisis sya terakhir dengan menggunakan tabel matriks juga menunjukkan bahwa alternatif terbaik adalah KPR Permata atw Niaga. Tp sya lebih tertarik ke program KPR Permata Bijak, silahkan dipelajari di web bank Permata, sya bantu link-nya :
    Deskripsi Program
    http://www.permatabank.com/prod_layanan/produk/asset/Brosur_PermataKPR_Bijak.pdf

    Ilustrasi Program
    http://www.permatabank.com/prod_layanan/produk/asset/Ilustrasi_PermataKPR_Bijak.pdf

    Berhubung sya bukan orang Permata, jd mhn u/ tdk mengajukan pertanyaan detail ttg produk ini, silahkan hubungi Bank Permata langsung.

    Atw kl ada yg tertarik ttg KPR syariah, sepengetahuan sya, BRI & Niaga Syariah lg ada promo menarik.

    Hmm, emank, cr rmh tu kayak cari jodoh, ribet & banyak faktor yg hrs dipertimbangkan, belum lagi kl di sby, faktor bencana alam, seperti lumpur lapindo jg hrs ikut dipikirkan.

    Well, selamat mencari rumah, kl dinikmati menyenangkan jg,koq. Tp ya itu, hrs mengorbankan waktu weekend & liburan kita :( (

    Good luck :)
    Bang Oktav, Tx udh boleh sharing :)

  23. ik said,

    September 23, 2008 at 2:55 pm

    halo pak…
    saya mau nanya.. kemaren saya baru beli rumah di bandung, nah rencananya saya tidak KPR tetapi nyicil langsung ke pemiliknya selama 4 bulan. DP utama saya tuh hampir setenganya. sisahnya di cicil ke pemilikinya..
    yang saya mau tanyakan tuh… apa saat jadinay rumah itu saya beli, maksudnya waktu saya kasih uang tanda jadi, saya harus lagsung ke notaris?
    dan semua aturan cara pembayaran yang saya dan pemilik sepakati harus diatur diatas kertas oleh notaris?
    dan kalo harga rumah yang saya beli sudah termasuk semua mis, notaris, pajak, balik nama, dll… saya harus bayar notaris lagi gak?
    nah pemiliknya itu yang jadi kontraktornya juga…
    kira2 enaknya gimana y…
    untuk sekarang lebih baik bayar cash ato KPR y….
    saya jadi pusink..hehhehehe
    thank’s y..

  24. yudie pras said,

    February 4, 2009 at 3:24 am

    pak sy bner2 buta tntang jual beli rumah, sy pngen tau klo sy beli rumah di prkampungan dan msh girik, apa yang harus sy lakukan dan gmn biar jd SHM, serta berapa biayanya klo luas tanah 100 m2… trima kasih..

  25. Firman said,

    March 6, 2009 at 2:06 am

    Pagi Pak………
    salam……….
    saya mau nanya nih mengenai jual beli rumah/tanah.Begini pak, saya punya sebidang tanah & bangunan. Pada awal tahun 2008 dibeli teman, yah karena kita percaya aja kita nggak pake perjanjian2. kita sepakat dengan harga 150jt, kita juga sepakat pembayaran diangsur 2 kali dgn nominal pembayaran pertama 80jt dan sisanya setelah sertifikat rumah tsb ada karena msh menjadi agunan bank saya dan pembeli juga tahu hal tsb. ternyata kesepakatan pembayaran yg 80jt itu nggak utuh 80jt, temen sy tersebut mengangsur juga sbyk 3 kali, karena saya rasa pembeli tdk ber-itikat baik pada awal desember 2008 saya buatkan surat kesepakatan diatas kertas segel dan ditandatangani 2belah pihak dan bermaterai, saya minta dilunasi akhir desember 2008, karena sertifikat saya sudah kelar bulan itu. yg jadi persoalan ternyata sampai bulan ini (maret 2009) pembeli belum juga melunasi sisa pembayaran tsb, apa langkah yg sebaiknya saya lakukan?? atau mungkin langkah2 hukum apa yg boleh saya lalukan?

  26. Pencari Rumah said,

    March 21, 2009 at 4:17 pm

    mas osinaga,

    saya rencananya mau cari rumah dalam waktu dekat ini mas, kira2 kl saat ini yang tanahnya luas, murah dan bebas banjir didaerah mana ya mas?, kl bisa sih masih jakarta..hehehe.. kl daerah bintaro apakah recommended??kl mas tau pasaran harga buat perumahan2 bisa dikirim mas, japri aja..hehhe

    terimakasih sebelumnya mas

  27. kholiq said,

    March 26, 2009 at 2:16 am

    Salam pak,

    begini pak saya mau nanya juga nih, saya telah membeli sebuah rumah, waktu itu pemilik rumah yang syah mempercayakan / mengkuasakan kepada bapak mertuanya untuk menjual rumahnya, karena pemilik sertifiikat yang sah berada di luar negeri sampai dengan sekarang, yang saya ingin tanyakan adalah apa bisa proses pengurusan surat suratnya di kuasakan kepada bapak mertuanya tersebut ? dan kira kira surat surat apa dan hal apa saja yang yang harus diurus supaya saya memiliki kekuatan hukum dalam proses jual beli ini ?
    terimakasih sebelumnya

  28. DOMS said,

    April 1, 2009 at 8:01 pm

    Horas!!!
    Lae aku mau tanya..aku mau jual rumahku seharga 180juta (daerah utan kayu jakarta timur)..kira-kira brapa biaya yang harus aku keluarkan untuk pajak,biaya notaris,dll..mohon bantuan dan pencerahannya…trima kasih.

  29. Ronny said,

    April 23, 2009 at 11:05 am

    saya mau tanya…

    orang tua saya baru saja membeli tanah dibekasi seharga 132 jt..kemudian berapa biaya yang harus dikeluarkan:
    1. Jika pake notaris untuk bikin surat akte jual beli?
    2. tanpa memakai jasa notaris?
    3. trus gimana meningkatkan status menjadi SHM kena biaya berapa dan biasanya butuh waktu berapa lama?

    TRims

  30. malta said,

    May 28, 2009 at 5:47 pm

    bang okta,

    saya sedang membantu kakak yg sedang menjualkan rumah temannya, dan karena kata kakak saya dia dijanjikan komisi p’jualan rumah itu, saya menyarankan harus dilakukan perjanjian legal hitam diatas putihnya (maksudnya dlm sebuah surat perjanjian) gitu…bang boleh bantu saya donk untuk membuat surat pernyataan / perjanjian sbg agen / perantara dlm pjualan rumah spt ini…boleh dikirimkan ke email saya secepatnya abang bisa bantu saya yah….makasih banyak yah bang..Gbu

  31. Arie said,

    October 12, 2009 at 1:31 pm

    Salam bang,
    Saya mo tanya, kalo saya beli rumah bekas di cilegon seharga 300 jt dan si penjual minta 300 jt itu bersih.
    Biaya tambahan apa saja yang mesti saya bayar dan apakah pembelian rumah tersebut dikenakan PPN.
    Demikian dan terima kasih.


Post a Comment