bola itu politik..politik itu bola…

reshuffle…

dalam pandangan saya sebagai penggemar bola (plus pengetahuan politik saya yang terbatas :) ) maka reshuffle ini tak lebih dari pertukaran pemain ditengah jalannya suatu pertandingan.. kalo bisa dianalogikan mungkin kira-kira seperti ini :
masa kerja kabinet 2004-2009 analog dengan lamanya pertandingan 2×45 menit, sang presiden analog dengan manajer/pelatih tim (spt ferguson or ancelloti), wapres analog dengan asmen/asisten pelatih, menteri2 analog dengan pemain, menko itu analog dengan pemain inti (kapten/kiper), tantangan/masalah bangsa analog dengan tim lawan, rakyat/masyarakat analog dengan penonton yang bisa jadi sebagai supporter atau bisa juga malah jadi kontra-supporter tergantung kualitas pemain/permainan bola dan irama pemerintahan sby yg konservatif analog dengan irama permainan liga italia yang tipe bertahan (cattenacio) ketimbang agresif/kick n rush nya premisership (liga inggris) atau total football nya eredivisie (liga belanda) :)

jadi dengan masa jabatan 2007 saat ini bisa dikatakan sang pelatih (sby) berada di jeda babak 1 menuju babak 2 (2007-2009). laiknya pertandingan bola maka akan ada masanya pergantian pemain yang disebabkan oleh cedera atau karna performance nya menurun atau salah posisi. di babak 1 ini sang manager ’sby’ udah 2 kali reshuffle alias pergantian pemain.
pertama kali kalo tidak salah desember 2005, ada beberapa perubahan posisi pemain saat itu termasuk 2 posisi kunci : menko ekonomi & menko kesra. Menko Perekonomian, Aburizal Bakrie, yang kerap mendapat kritik pedas dari berbagai kalangan dan media massa, digeser menjadi Menko Kesra, menggantikan Alwi Shihab. Ia lalu digantikan oleh Boediono. Sementara Erman Suparno ditunjuk sebagai Menakertrans, menggantikan Fahmi Idris, yang bergeser ke posisi menteri perindustrian, yang sebelumnya dijabat Andung Nitimihardja. Sedangkan Sri Mulyani Indrawati diangkat sebagai Menkeu, menggantikan Jusuf Anwar yang kemudian ditunjuk sebagai Dubes RI di Jepang. Kursi Sri Mulyani di Bappenas, kini diduduki oleh Paskah Suzetta.

walau masih tercium aroma kompromi dari sang manager tapi efek dari pergantian ‘pemain’ di posisi kunci (bidang ekonomi) terlihat cukup membawa angin segar di sektor ekonomi. namun tidak di bidang-bidang lainnya. masalah tenaga kerja, kesehatan, pengangguran, perumahan, korupsi dll masih merundung dan menekan ‘tim kesebelasan’ sby. bahkan blunder ‘indikasi korupsi’ yang dilakukan 2 orang pemain belakang tim (yusril dan hamid) dalam kasus tommy berakibat sangat fatal sehingga memaksa sang manager untuk melakukan pergantian pemain yang kedua kali.

pergantian pemain untuk kedua kalinya memakan korban 5 pemain dan merotasi posisi 2 pemain. MenBUMN Sugiharto diganti Sofjan Djalil, Menkominfo diisi Muhammad Noeh, ex. rektor ITS/pakar IT, Jagung Abdulrahman Saleh diganti Hendarman Supandji (ex. timtastipikor), Yusril diganti Hatta Rajasa, Menhub diisi Jusman Syafii Djamal (ex. Direktur IPTN & anggota KNKT), MenkumHAM Hamid diganti Andi Mattalata (golkar) Meneg PDT Syaefullah Yusuf diganti Mohammad Lukman Edi (PKB).

efek dari pergantian pemain yg kedua kalinya ini masih belum terasa pada irama permainan tim sby.. tp sekilas bila melihat pergerakan rupiah yg menguat dan ihsg yg meningkat sepertinya pergantian pemain di bidang ekonomi cukup berterima di supporter sektor ekonomi (saham/pelaku ekonomi). untuk efek di bidang lain (politik/transportasi/pemberantasan korupsi/dll) sepertinya kita mesti memberi waktu di sisa babak II ini (2007-2009)…

kalo melihat kualitas pemain terutama menkominfo, jagung dan menhub dan menBUMN sepertinya tidak diragukan lagi ..masing-masing adalah pemain handal di sektor masing-masing.. hanya saja jangan sampai terjadi ‘the right man in the wrong place’ seperti Sheva dan Ballack di klub Chelsea.. sudah dibeli mahal-mahal, piawai di kelasnya namun tidak memberi kontribusi berarti buat tim nya…. semoga tidak…..

Post a Comment