Salah satu berita paling anyar beberapa hari terakhir adalah berita tentang keputusan pemerintah untuk memberlakukan kenaikan tarif tol yang kabarnya mendapat banyak kecaman dari masyarakat. Bagaimana tidak mengingat tarif yang tidak mempertimbangkan jarak dengan biaya tol jelas-jelas membuat sewot para pemakai jalan tol. Contoh paling nyata adalah di gerbang tol Pondok Ranji bintaro, bagi para warga BSD dan Bintaro yang biasanya cuma bayar 4000 perak maka sejak diberlakukannya tarif tol baru maka harus merogoh kocek lebih dalam lagi sebesar 10.500,- (cmiiw).
Itu artinya dengan asumsi 20 hari kerja dalam sebulan maka pos/budget transportasi akan bertambah bengkak sekitar 6500 x 2 x 20 = 260.000,-. Akibatnya bisa ditebak, seperti diberitakan di kompas dan detikcom para pegawai di gerbang tol yang notabene hanya melaksanakan tugas menjadi sasaran makian/hujatan para pemakai jalan tol .. sungguh kasihan. bahkan kabar terakhir menyebutkan bahwa akan ada gugatan class action segala ck.ck.ck. seiring dengan keluarnya kep.menhub ttg tarif tol terbaru utk seluruh ruas tol di jabodetabek tanggal 4 september kemaren.
so premisnya sekarang :
- biaya transportasi semakin mahal
- dibutuhkan sarana transportasi yang aman, nyaman dan tentu saja cepat
gimana cara menyiasatinya? terutama buat para komuter yang tinggal di daerah satelit semacam bogor, tangerang, depok dan bekasi? sebenarnya alih-alih menggunakan kendaraan pribadi sebenarnya kita bisa memanfaatkan fasilitas kendaraan umum semisal : KRL, feeder busway + busway. oleh karena itu disini saya coba bahas sedikit soal alternatif-alternatif transportasi yang bisa dimanfaatkan berikut perkiraan biaya transport yang muncul.
Berhubung karna saya tinggal di bintaro dan bekerja di daerah thamrin maka perkiraan biaya berikut ini analisis biaya untuk masing-masing alternatif transportasi dari Bintaro menuju CBD (Sudirman-Thamrin). sebagai catatan hitung-hitungan dalam tiap alternatif berikut ini berdasarkan asumsi 20 hari kerja dalam sebulan plus jarak tempuh sekitar 20-25 km so hitung2annya masih hitungan kasar bisa berubah tergantung situasi di lapangan
Alternatif 1 :
Taksi
Waktu tempuh : +/- 1.5 – 2 Jam (PP 3 – 4 jam)
Plus : point to point, ga perlu nyambung lagi, nyaman (full AC).
Minus : Sangat Mahal, macet, waktu tempuh lama.
Perkiraan Biaya :
Per Hari (PP) : 75000 x 2 = 150.000 (asumsi taksi tarif baru)
Per Bulan : 20 x 150.000 = 3.000.000,-
Alternatif 2 :
Mobil Pribadi
Waktu tempuh : +/- 1.5 – 2 Jam (PP 3 – 4 jam)
Plus : point to point, ga perlu nyambung lagi, fleksibel, nyaman (AC).
Minus : relatif mahal, macet, biaya BBM, parkir, maintenance, waktu tempuh lama.
Perkiraan Biaya :
Per Hari (PP) :
BBM : 30.000 – asumsi jarak 25 km dengan konsumsi BBM 1 : 10 (pertamax)
Tol : 10.500 x 2 = 21.000 (asumsi lewat JORR)
Per Bulan : 20 x 51.000 = 1.020.000,-
Alternatif 3 :
Trans Bintaro + Busway
Waktu tempuh : +/- 1.5 – 2 Jam (PP 3 – 4 jam)
Plus : nyaman, relatif ekonomis, full AC.
Minus : transport dari/ke hal trans bintaro, macet, harus nyambung busway
Perkiraan Biaya :
Per Hari (PP)
Ongkos ke/dari halte : 2000 x 2 = 4.000
Ongkos TransBintaro : 10.000 x 2 = 20.000
Ongkos Busway : 3.500 x 2 = 7.000
Per Bulan : 20 x 31.000 = 620.000
Alternatif 4 :
Kopaja 613 + Busway
Waktu tempuh : +/- 1.5 – 2 Jam (PP 3 – 4 jam)
Plus : ekonomis
Minus : tidak nyaman, macet, harus nyambung busway, rute panjang & macet
Per Hari (PP)
Ongkos Kopaja : 3000 x 2 = 6000
Ongkos Busway : 3500 x 2 = 7500
Per Bulan : 20 x 13.500 = 270.000,-
Alternatif 5 :
KRL Ekonomi
Waktu tempuh : +/- 30 menit plus 15 menit (dari/ke stasiun) = 45 menit (PP 90 menit)
Plus : sangat ekonomis, tidak macet, waktu tempuh cepat
Minus : tidak nyaman, transport dari/ke stasiun, harus nyambung lagi
Per Hari (PP)
Ongkos dari/ke stasiun: 2000 x 2 = 4000
Ongkos KRL : 1500 x 2 = 3000
Ongkos Metromini : 2000 x 2 = 4000
Per Bulan : 20 x 11.000 = 220.000,-
Alternatif 6 :
KRL Ekonomi AC (Ciujung)
Waktu tempuh : +/- 15 – 20 menit plus 15 menit (dari/ke stasiun) = 30-35 menit (PP 70 menit)
Plus : ekonomis, tidak macet, waktu tempuh sangat cepat, nyaman (full AC)
Minus : transport dari/ke stasiun, harus nyambung lagi,
Per Hari (PP)
Ongkos dari/ke stasiun: 2000 x 2 = 4000
Ongkos KRL : 5000 x 2 = 10000
Ongkos Metromini : 2000 x 2 = 4000
Per Bulan : 20 x 18.000 = 360.000,-
Alternatif 7 :
KRL Ekspress AC (Sudirman)
Waktu tempuh : +/- 15 – 20 menit plus 15 menit (dari/ke stasiun) = 30-35 menit (PP 70 menit)
Plus : relatif ekonomis, tidak macet, waktu tempuh sangat cepat, nyaman (full AC)
Minus : butuh transport dari/ke stasiun, harus nyambung lagi
Per Hari (PP)
Ongkos dari/ke stasiun: 2000 x 2 = 4000
Ongkos KRL : 8000 x 2 = 16000
Ongkos Metromini : 2000 x 2 = 4000
Per Bulan : 20 x 24.000 = 480.000,-
Alternatif 8 :
Motor
Waktu tempuh : 45 – 60 menit (PP 2 jam – tergantung tingkat kemacetan dan kemahiran
)
Plus : point to point, tidak macet, fleksibel.
Minus : tidak nyaman, panas/hujan, kurang aman.
Per Hari (PP) : 6000 – asumsi konsumsi BBM 1: 50 pertamax
Per Bulan : 20 x 6000 = 120.000,-
Alternatif 9 :
Sepeda :
Waktu tempuh : 50 – 60 menit (PP 2 jam – tergantung tingkat kemacetan dan kemahiran
)
Plus : point to point, tidak macet, fleksibel, bagus utk kesehatan ![]()
Minus : tidak nyaman, panas/hujan, kurang aman, capek/butuh stamina tinggi.
Per Hari (PP) : gratis ![]()
Per Bulan : gratis
Jadi dari semua alternatif diatas bisa dihitung-hitung mana yang masuk akal dan masuk budget ![]()
Tapi semua alternatif diatas adalah perkiraan saja, dalam arti masih banyak alternatif yang muncul dengan kombinasi transportasi. maksudnya dari alternatif2 diatas bisa diambil kombinasi beberapa moda angkutan sekaligus.
Misalnya kombinasi berangkat pagi dengan Trans Bintaro lalu pulang dengan KRL AC, atau berangkat pagi dengan Trans Bintaro/KRL terus pulangnya dengan Taksi (karna sering lembur) dan kombinasi-kombinasi lainnya. Atu juga dengan kombinasi kendaraan umum dan kendaraan pribadi. Contohnya untuk mencapai halte trans bintaro atau stasiun menggunakan motor atau mobil pribadi dan dititipkan distasiun/halte sehingga cukup bayar parkir untuk mengkompensasi biaya ojek/angkot. Biaya parkir di stasiun/halte relatif murah rata-rata 2000-3000 per hari untuk motor dan 5000-6000 untuk mobil.
Saya sendiri mengkombinasi dengan berangkat pagi menggunakan motor hingga ke stasiun pondok ranji – bintaro lalu naik KRL AC (Ciujung atau Ekspress) tergantung mana yang keburu
lalu dari Stasiun tanah abang ke BI saya nyambung lagi pake metromini/angkot/mayasari atau ojek (bila perlu). Demikian juga untuk jalur pulangnya. Dari kantor saya naek metromini/angkot/mayasari atau ojek terus naek KRL AC Ciujung lalu naek motor lagi dari stasiun sampai ke rumah.
Dengan kombinasi diatas maka biaya transport per harinya adalah :
Berangkat pagi hari:
- Biaya parkir : 2500
- KRL AC : 8000
- Mayasari : 2000
Pulang sore hari:
- Metromini : 1000
- KRL Ciujung : 5000
Total 18.500 x 20 = 370.000,- per bulan.
Secara budget masih relatif ekonomis dengan keuntungan :
- waktu tempuh yang sangat cepat, 15-20 menit sudah sampai di stasiun tanah abang istilah kata masih sempat lihat sunrise dan sunset lahh ![]()
- relatif aman dan nyaman, full AC.
- sosialisasi lebih bagus karna bisa punya kenalan baru dan koneksi baru di KRL
so akan naek apa anda besok ke kantor ???
zidanie said,
September 5, 2007 at 3:17 am
wahh.. posting yang cermat di waktu yang tepat!
sejauh ini untuk rute Bintaro – Gatsu saya masih mengkombinasikan transport ala motorist plus onthelers (genjotnya baru seminggu sekali..). Tapi, sejak bintaro makin macet akibat tarif JORR naik & hari ini tadi ada kecelakaan di Deplu.. fyuhh.. rasa-rasanya kok naik motor pun butuh stamina ekstra dibanding 1-2 tahun yang lalu. Saya jadi tergoda untuk mencoba menjadi rockers Ciujung/SudEks. Review Bang Osinaga ini mantaff banget dahh.. Thanks analisisnya.
Btw, untuk moda sepeda motor dan sepeda perlu ditambahkan.. tergantung pula rute yang dipilih
Bike2Work for healthy living!
osinaga said,
September 5, 2007 at 4:00 am
@zidanie:
makasih boz. btw kalau jalur bintaro – gatsu selain naek motor/bike2work apa udah pernah nyoba alternatif trans bintaro yg sampe ratu plaza boz? apa lebih efektif/efisien dibanding naik ciujung/sudeks?
Mas Kopdang said,
September 5, 2007 at 4:52 am
tiap hari aku naek 502, Om..
edratna said,
September 5, 2007 at 12:39 pm
Cuma satu kata….hebaaat
Bagaimana analisanya Cilandak-Depok? Ada bis Debora sekali jalan Rp.3000,- tapi jarang lewat. Atau naik bis dua kali ganti….wahh perlu juga jalan-jalan ya…
osinaga said,
September 6, 2007 at 1:04 am
@mas kopdang:
gaji utuh dong ya
@edratna:
makasih bu. frekuensi perjalanan juga kadang jadi pertimbangan. misalnya trans bintaro baru berangkat tiap 20-30 menit sedangkan kita diburu waktu sehingga kadang harus dikombinasi dengan transportasi lain.
zidanie said,
September 6, 2007 at 4:31 am
@osinaga:
dibandingkan dg moda sepeda, tingkat kesegarannya setelah nyampe kantor cukup berimbang lahh. lebih seger sepeda karena mandi di kantor tp naik KRL kecepatannya gak tertandingi. mungkin saya akan lebih sering naik kereta setelah ini. hehe..
hari ini saya menjadi rockers!!
untuk transbintaro, saya gak pernah naik untuk rute brangkat kantor.. karena saya yakin gak bakal keburu secara jam kantor harus 7.30 teng absen jempol. so, menurut saya untuk alasan efektivitas agak kurang. kecuali jam kantor kita flextime dan pengen tidur agak lama di perjalanan
oya, untuk KRL Sudeks/Ciujung ini sering telat gak ya boz? entah berangkatnya ato nyampenya. mungkin ini juga perlu menjadi faktor review. seharusnya KRL paling ontime dibanding bus ato yang lainnya. dan mudah-mudahan kondisi force majeure gak sering terjadi di Jkt ini (e.g. listrik, kecelakaan, kereta mogok, dll)..
osinaga said,
September 11, 2007 at 2:37 am
@zidanie:
setelah double track seingat saya belum pernah telat boz.. range waktu keberangkatan pagi dari pondok ranji yang jadi alternatif saya tiap pagi : ciujung antara 06.00-06.10, ekonomi biasa : 06:25-06.30, sudeks : 06:40-06:45 (tergantung mana yang keburu aja
)
siip. welcome to the ‘roker’ club bro
Sigit Budi Jatmiko said,
September 12, 2007 at 1:19 am
Mas Osinaga,
Untuk Trans Binataro jadwalnya ada di jam brp aja yah mas?
Klo ada sekalian info2 jadwal keretanya…
Thx mas, bagus banget infonya….
osinaga said,
September 12, 2007 at 7:34 am
saya sendiri sangat jarang pake trans bintaro mas. setau saya kalo pagi mulai jam 6 kurang mas dan setiap 20 menit sepertinya ada keberangkatan sampai 07.00. setelah itu mungkin tiap 30 menit / atau tiap jam. selengkapnya mungkin bisa dibaca disini
roniwahyu said,
November 27, 2007 at 2:58 pm
Thanks….udah kasih info…btw bro..saya orang dari jauh. jawa timur ane punya family yang sakit di rs international, saya bisa jangkau stasiun jakarta kota dan gambir…. tercepat, termudah, termurah untuk ke rs international bagaimana bro? alternatifnya please yah gue butuh banget nih….coz hari rabu i berangkat dari Madiun….
katanya di sekitar rs international susah cari makanan yang murah ya? maklum bro..saya orang pas-pasan…
btw thanks banget udah bantu i, mohon kirim ke email juga yah…thanks banget thanks banget infonya bermanfaat
osinaga said,
November 28, 2007 at 8:16 am
@roni :
kalau dari kota ada KRL AC Serpong Express. ente tanya aja nanti pas udah nyampe di stasiun kota. kalo dari sta. gambir ente bisa naik busway sampai ratu plaza trus nyambung pake trans bintaro. atau dari gambir naek ojek dulu ke sta. tanah abang nah dari tanah abang banyak KRL/KRD yg menuju bintaro. turunya di stasiun pondok ranji.
soal makanan : didepan RS international banyak jajanan murah boz. santai aja.
ken said,
January 8, 2008 at 1:47 pm
Haloo
Numpang tanya nih..
Pengen ke bintaro pertama kali dari cideng, tapi masi bingung
Kalo baru pertama kali gampangnya naek apa yah?
Tujuannya si ke bintaro sektor 3A, kalo naek kereta gampang ga tuh?
Mxdnya stasiunnya uda deket ato blum?
Thanks..
osinaga said,
January 9, 2008 at 8:04 am
@ken:
hmm..kalo dari cideng saran saya naek KRL aja. pertama ke stasiun tanah abang dulu. trus naek KRL (AC/nonAC) yang ke serpong. kalau mau ke sektor 3A artinya stasiun terdekat adalah stasiun pd.ranji (bintaro memiliki 2 stasiun kereta) nah dari pondokranji bisa naek ojek atau angkot menuju alamat yg ada tuju (sektor 3A).
ken said,
January 10, 2008 at 10:36 am
wah thanks banget buat infonya
btw keretanya hari libur juga ada kan?
soalnya peginya justru cuma bisa hari sabtu/minggu/libur…
hehehe
thanks again..
osinaga said,
January 11, 2008 at 3:13 pm
@ken:
setau saya untuk sabtu/minggu & hari libur KRL yang beroperasi hanya KRL ekonomi biasa (non-AC). tapi yg pasti penumpangnya tidak sebanyak hari kerja jadi relatif masih nyaman lah. dari segi waktu lebih cepat dan yg pasti jauh lebih hemat dibanding naik kendaraan umum/kendaraan pribadi. (tiket KRL ekonomi non-AC cuma 1500 perak).
ken said,
January 19, 2008 at 1:30 pm
oke thanks
baru bales lagi skrg hehehe
akhirnya kmrn naek transbintaro krn kebetulan lagi deket senayan
pramz said,
February 4, 2008 at 4:09 am
top bngt infonya, bang (jd curhat ni..
) aku baru tinggal di bintaro (sektor IX) , kantor di lapangan banteng , masuk kantor 7.30 teng, pulangnya lumayan sering lembur biasanya diatas jam 19.00, tolong alternatif transportnya dong … thanks berat b4.
osinaga said,
February 6, 2008 at 1:18 am
@pramz:
kalo dari sektor 9 paling gampang sih naik KRL AC (ciujung) atau AC sudirman ekspress. turun di tanahabang trus naik angkutan ke lap.banteng (ojek atau angkot..saya kurang tau apa ada metromini/kopaja yg lintas tanahabang lap.banteng). utk pulang KRL paling cepat itu ekspress jam 4.30, ciujung 5.10, ekspress 5.45, ekspress 6.20, ciujung 19.10 dan paling malam itu krl ekonomi jam 8 dari tanahabang.
pramz said,
February 6, 2008 at 1:51 am
wah makasih bgt2 ya bang, helpful bgt infonya… Oya akses ke stasiunnya feedernya cm ojek ya
, ato mungkin kaya abang parkir di stasiun, ongkos parkir VS ongkos ojek ?
osinaga said,
February 6, 2008 at 2:53 am
@pramz:
maksudnya stasiun di bintaro nya bukan? kalo dari sektor 9 yg pasti paling dekat stasiun sudimara (bintaro ada 2 stasiun : pd.ranji dan sudimara). kalo ke sudimara kalo ga salah ada 2 atau 3 jenis angkot yg melintas ke arah ciputat dan sebaliknya. kalo yg ke pd.ranji akses angkot yg D-09 tapi harus jalan kaki lagi sekitar 200m ke stasiun. kalo saya sendiri merasa lebih praktis naek motor dari rumah sampe stasiun. biaya penitipan 2500. atau mungkin kalau mau sehat bisa juga naek sepeda. titip di stasiun cuma 1000 doang. yang pasti lebih murah dari ojek lah.. he.he.he.
anjani said,
July 25, 2008 at 8:25 am
t.q bgt. for info nya,saya mulai minggu dpn ngantor di daerah setia budi. jujur aja sempat bingung mau naik apa, saya tinggal di bsd kalau tiap hari naik trans bsd bisa tekor+nggak makan nih…;p btw dari tanah abang ke sudirman angkot/metro mininya apap aja ya? kira2 brp menit perjalanannya? kalau nyambung kereta lagi dr tnh abang ke sudirman gmn?
anjani said,
July 25, 2008 at 10:00 am
eh,iya satu lagi.. transport nya lebih oke kalau tirun di palmerah atau di tanah abang ? lbh efektif & efisien mana jarak + waktunya ? kalau saya dari palmerah naik nya apa ? t.q
Rini said,
November 4, 2009 at 5:59 am
Mas OSinaga,
Saya baru mau pindah ke sektor 6. Lebih deket ke st. JurangMangu yang baru sepertinya ya…tapi ada angkot yang kesana gak ya?
Thanks but infonya.
y said,
November 6, 2009 at 6:59 am
Per hari kemarin kamis tgl 5 nov 2009, FLY OVER Graha Taman Sektor 9 yang menghubungkan District kebayoran Heigh dan emerald yang melalui british int’l school sudah mulai dibangun……..tinggal nunggu jalan boulevard yang menghubungkan district emerald dan graha bintaro/mahagoni park