beberapa minggu terakhir saya mengamati ada yang berubah saat menaiki KRL AC ciujung. KRL AC semi ekspress ini merupakan salah satu terobosan yang cukup brilian dari PTKA divisi jabotabek yang pada awalnya dimunculkan untuk mengganti KRL ekonomi non AC relasi serpong – tn.abang.
KRL ini cukup membantu para komuter sepanjang jalur serpong – tanah abang karna selain tarif yang terjangkau (cuma 5 rebu perak) juga dilengkapi AC dan yang paling penting bebas pengasong dan pengamen. ditambah lagi dengan selesainya proyek double track serpong – tanah abang maka semakin lengkaplah kenyamanan dan keamanan menggunakan sarana transportasi yg satu ini.
namun itu dulu
kondisi setelah sekian bulan beroperasi sepertinya kualitasnya sudah menurun. fokus saya adalah KRL AC ciujung yang keberangkatan sore dari tanah abang ke serpong terutama utk yang jam 5.12 dimana kuantitas penumpang berada di titik puncak alias berjubel. karna keperluan sesuatu hal beberapa minggu ini saya memang sering naek ciujung 5.12 dari tanah abang untuk mengejar tiba paling lambat pukul 18.00 di bintaro.
beberapa hal yg saya cermati perlu mendapat perhatian dari PTKA adalah :
- jumlah penumpang yg semakin membludak dan tidak sebanding dengan jumlah gerbong
- kualitas AC yang tidak seperti AC
di hampir semua gerbong yang kerasa cuma anginnya doang.. entah karna freon nya habis atau entah karna mau berhemat ..entahlah yang pasti bukannya makin sejuk tapi malah bikin masuk angin
- frekuensi dan jadwal keberangkatan yang terbatas (cuma 3 kali di sore hari denga jeda 2 jam tiap keberangkatan). jam 3 sore, jam 5 sore dan 7 malam
- pergantian gerbong ciujung dari yang semula ciujung dengan strip hijau menjadi ciujung dengan strip orange tapi parahnya gerbong pengganti ini dari 4 pintu di tiap sisi gerbong yg dibuka cuma 2 pintu akibatnya penumpang bertumpuk di dekat pintu yg terbuka.
solusi yang mungkin bisa jadi perhatian PTKA :
- penambahan jumlah gerbong KRL AC Ciujung
- peningkatan frekuensi keberangkatan. atau pergeseran dari yang jam 03.00 sore ke jam 05.00 dan 05.30 sore (misalnya) untuk mendistribusikan penumpukan penumpang jika cuma ada 1 keberangkatan di pukul 05.12. karna utk keberangkatan 03.00 sore jumlah pengguna bisa dihitung dengan jari
- peningkatan kualitas/sarana gerbong (AC dan pintu akses).
- manajemen jadwal keberangkatan antar KRL karna kterlambatan satu KRL akan berimpact pada keberangkatan KRL dibelakangnya
mudah-mudahan hal-hal diatas bisa menjadi perhatian PTKA sebagai penyedia angkutan massal KA sejabotabek.
acai said,
April 29, 2008 at 8:36 am
setuju pak. apalagi sejak ada kereta baru rangkas jaya apa gitu namanya.. membuat jadwal krl pada molor smuah.. lama-lama balik ke jaman dulu lagi deh..
Koko said,
April 30, 2008 at 1:47 am
Ya mungkin krl ini bisa dipake oleh Liverpool untuk pergi ke moscow di mana sudah menunggu Manchester United.
Mas Kopdang said,
April 30, 2008 at 9:07 pm
@ koko
Lha bukannya, Chelsea yang maju bukan Liverpool..